Skip to content

SPIRITUAL ECONOMICS DALAM ERA GLOBALISASI EKONOMI, oleh : I Made Sukarsa

24 February 2011

Adam Smith memulai dengan sistem ekonomi klasik tahun 1776 yang ditandai dengan luncuran bukunya The Wealth of Nation (judul asli: An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations) sangat optimis akan keseimbangan ekonomi yang akan terjadi. Terutama J.B. Say yang mengatakan bahwa ‘penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri’. Banyak lagi para pengikut mereka yang sangat optimis. Sistem ini berkembang dan dipercaya cukup lama. Menurut ajaran ini, harga dan pasar jangan diatur-atur. Biarkan tangan-tangan yang tidak kelihatan (invisible hand) yang mengaturnya yaitu kekuatan permintaan dan penawaran di pasar. Pengusaha kuat (efisien) akan mendepak keluar pasar bagi usaha yang lemah (tidak efisien). Berlaku hukum ‘free exit and free entry’. Prinsip ‘homoeonomicus’ berlaku dimana mempunyai ciri: manusia itu rasional sehingga bekerja dengan efisien, mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan pengorbanan minimal. Pahan ini cukup lama bertahan. Sampai akhirnya kegagalan-kegagalan ekonomi mulai tampak, yang puncaknya pada awal 1930-an. Terjadi resesi dunia yang melumpuhkan semua sendi-sendi ekonomi. Harga-harga melambung tinggi, pengangguran yang cukup parah terjadi dimana-mana, daya beli rendah sehingga terjadi over produksi. Tesis Klasik tumbang, khususnya teori J.B. Say. (Mc Gee, 1992; Eric Schliesser, 2006; Buttler, E.,2007). Selengkapnya Download Disini

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: