Skip to content

Artikel

 
PROSPEK DAN TANTANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT DI BALI, Oleh I Made Sukarsa

1. Pendahuluan
Sejak jaman penjajahan sampai jaman reformasi dunia perbankan selalu menghadapi masalah. Hanya saja dimensi masalah yang dihadapi berubah-ubah. Ketika jaman penjajahan dimana ekonomi Indonesia didominasi oleh perusahaan Belanda (penjajah), peran pribumi tidak pernah ada. Sebab secara politis itu tidak mungkin terjadi. Sistem perkreditan rakyat di pedesaan diganti dengan simpan pinjam lembaga tradisional semacam ‘lumbung-padi’ seperti yang terjadi di Jawa Tengah atau ‘lumbung pitih nagari di Sumatera Barat dan sisanya masyarakat lari ke rentenir.

Pada jaman kemerdekaan dibawah presiden Sukarno, sistem perbankan kita masih dikomando oleh Dewan Moneter. Bank Indonesia sebagai bank sentral belum indipenden, dikendalikan Presiden sebagai ketua dewan moneter. Ada dua peristiwa besar ketika itu, yaitu pada 1950-an nasionalisasi bank asing seperti De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia (Bank Sentral), Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) menjadi Bank Rakyat Indonesia, De Factory Bank menjadi Bank Koperasi Tani dan Nelayan(BKTN). Peristiwa kedua oleh Presiden Sukarno merubah manajemen semua bank negara yang ada menjadi single-management yaitu menjadi Bank Negara Indonesia Unit I (Bank Indonesia), BNI unit II (BKTN), BNI Unit II (BNI 1946) dan seterusnya. Urusan perkreditan rakyat masih di layani oleh BKTN. Cakupannya masih terlalu sedikit . Jumlah kredit yang dilayani tidak banyak. Sumber daya manusia masih sangat rendah.Selengkapnya Download Disini

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: